Beranda > Vespa > Mudik bersama Vespa Sprint 77

Mudik bersama Vespa Sprint 77

Tahu untuk tahun keberapa ini berjalan. Jika ingat atau sampai bulan Ramadhan, maka ingat kampungku, tempat aku dilahirkan.  Kampungku berada di Brebes daerah selatan, tepatnya daerah kecamatan Salem.

Jika dari Jakarta naik kendaraan umum, naik Bus Kota Jurusan Purwokerto, dan turun di Bumiayu, lalu berganti kendaraan dilanjutkan ke arah Salem. Jarak tempuh jika memakai rute ini sekitar 10 – 12 jam. Cukup lama.

Solusi yang paling mudah, cepat adalah dengan memakai kendaraan roda dua. Dari sekian kali perjalanan, ternyata paling enjoy, aman, safety adalah dengan membawa scooter, vespa sprint 77.

Vespa sprint keluaran akhir tahun 77 adalah kendaraan unik. Jika kita mengenal sejarah vespa, jenis yang ini lebih dikenal dengan sprint veloce.  inilah vespa dengan ciri fisik dan karakter mesin bahan dasar menuju generasi vespa PX.  Hal yang membedakan dengan generasi sprint sebelumnya adalah ukuran kruk As (dan juga tempat dudukan magnet) sama persis dengan dudukan yang dipunyai PX.

Meskipun begitu karena ini keluarga sprint veloce, maka kebutuhan akan BBM selama perjalanan, lebih irit dibandingkan generasi PX. Jika dalam perjalanan keluar kota konsumsi yang di habiskan sprint veloce-ku adalah 28 – 31 km per liter.

Jalur Mudik Menuju Brebes.

Enaknya mudik membawa kendaraan sendiri adalah kita bisa memilih beberapa jalur alternatif jalan mencapai tujuan. Jalur-jalur tersebut akan dipilih jika melihat kondisi jalan sedang macet atau ada trobel di jalur tertentu.

Jalur yang umum adalah melalui Pantura (Jakarta –  Bekasi – Karawang – Cikampek – Pamanukan/Subang – Indramayu – Jati Barang – Palimanan – Cirebon – Losari) lalu belok kanan ke Larangan – Prukpuk – Bumiayu – Salem.  Atau bisa juga pilih jalur tengah : Jakarta –  Bekasi – Karawang – Cikampek –  Purwakarta – Kali Jati – Subang – Cikamurang – Kadipaten – Jatiwangi – Palimanan – Cirebon – Losari – Larangan dst.

Jalur diatas tersebut adalah jalur yang umum / normal dipakai. Jika dalam kondisi mudik maka diperlukan pengetahuan jalan2 alternatif yang lain biar lebih cepat aman dan aman sampai di tujuan.

Yang biasa  dipakai adalah jalur (jalan tikus) terutama setelah kota Losari. Setelah memasuki kota Losari (jateng), kota berikutnya adalah Tanjung. Kalau kita dari arah barat segera akan terlihat petunjuk arah  belok kanan. Jangan lupa petunjuk tersebut ada dua, yakni belokan ke arah kecamatan Banjarharja, dan yang kedua adalah belokan kearah Prukpuk.

Jika kita mau kearah Majenang (Kab. Cilacap) sebaiknya ambil yang belokan pertama, sebab belokan yang kedua nantinya akan sampai di daerah prukpuk – Bumiayu – Ajibarang – Purwokerto. 

Dari Tanjung kita akan menyusuri jalan kampung dengan kondisi jalan cukup halus (memakai aspal hotmik) akan tetapi bergelombang di beberapa titik, akan tetapi cukup aman untuk memacu motor pada kecepatan diatas 70 km/jam. Selama kurang lebih 15- 20 menit akan memalui jalan tersebut, dengan disana sini akan ditemani oleh becak yang membawa muatan cukup banyak. Selanjutnya akan ketemu kecamatan Kersana dan lurus terus mengikuti jalan, hinggaakhirnya akan ketemu kecamatan Banjarharjo. setelah Banjarharjo kemudian akan  masuk medan hutan jati, jalanan banyak tikungan, tetapi cukup sepi. Lepas hutan jati dan pesawahan kita akan memasuki daerah Malahayu, Bandung Sari dan belok kearah Sindagheula.

Inilah desa terakhir dikecamatan Banjar Harjo, sebab setelah itu akan measuki daerah hutan lebat, tikungan-tikungan tajam, tanjakan  terjal  hingga sampai di kawasan  pegunungan Lio. Mencapai di ketinggian Lio ini merupakan tantangan tersendiri, sebab selama beberapa menit kita akan dihadapkan pada medan dengan kemiringan antara 20 derajat hingga 50 derajat. 

Berikutnya akan menikmati sejuknya udara hutan pinus dengan suara angin yang cukup deras. Dan kembali kita akan disuguhkan oleh jalan yang berupa turunan dan tikungan tajam. ada satu turunan (PANGURUDAN) yang kemiringannya hingga 50- 60 derajat. Jangan coba-coba dengan memakai gigi persneling diatas 1 jika rem ga bagus. Kiri kanan berupa kebun kopi dan hutan dengan tingkat kemiringan 70-85 derajat.

PENGALAMAN MUDIK TAHUN 2007

Ada hal menarik yang bisa dicatat dan diingat-ingat berkaitan mudik lebaran 2007.  Mudik tahun ini sangat didominasi oleh kendaraan roda dua alias motor. Begitu memasuki kota Bekasi, sejauh mata memandang akan disuguhkan oleh motor yang penuh dengan muatan. Dengan memandang dari kejauhan kita langsung mengenali, motor-motor tersebut hendak mudik atau perjalanan jauh.

Hanya sayang, banyaknya pemudik motor tanpa diimbangi oleh pemahaman jalan/rute yang dapat dilalui menuju kearah cirebon. Rata-rata pemudik pasti akan melalui kota Cikampek – Sukamandi – Pamanukan – Subang dst hingga Cirebon. Dengan sendirinya rombongan motor akan rebutan jalan dengan Bus, truk, dan kendaraan pribadi yang tumpah ruah.

Melihat situasi jalan tersebut, maka saya memilih rute Karawang – Klari – Curug – Purwakarta – Kali Jati – Subang – Cikamurang – Kadipaten – Jatiwangi – Palimanan – Cirebon. Ternyata pilihannya ga salah, sebab selama perjalanan di rute tersebut tidak dirasakan dalam suasana mudik. Hal ini karena jalanan lengang, sepi dari rombongan-rombongan besar, seperti yang terjadi pada rute Pantura.

Setelah melewati Palimanan baru dirasakan suasana mudik, sebab ketemu dengan rombongan-rombongan besar dari arah Jatibarang (pantura)

Demikian juga dengan arus balik ke arah jakarta. pemudik motor rata-rata melalui jalur Pantura.

Jadilah jalur sepi Cikamurang – Subang – Purwakarta hanya dulalui oleh orang-orang yang tahun jalan.

 

Kategori:Vespa
  1. 27/11/2007 pukul 8:56 AM

    Cocoklah..Jadi Voreijder
    (Captain Road/Pembuka Jalan)
    Kapan Kang kita ke Guci..
    Kayanya cukup menantang Riding By Vespa nih..
    sok ah diantos ajakannya..!!

  2. 21/02/2008 pukul 7:31 AM

    Hi Bro,..salam dari VAC Jakarta….keep rock n roll in Vespa forever.

  3. y0p1
    21/04/2008 pukul 1:26 AM

    bro nanya dong melewati hutan pinus di banjarharjo trus memasukijalanan menurun akhirnya sampai dimana bro di salem kah ? trus adakah jalan dari salem ke bumiayu atau ke majenang dan kuningan ..? thank’s bro

  4. ari
    26/06/2008 pukul 7:05 AM

    bro mo nanyak ne , vespa ku minyak bocor terus dari karburatornya sampek basahi mesinnya, kira kira apa masalahnya ???????????????????????????? sekalian cara memperbaikinya gimana ???

  5. gie
    04/09/2009 pukul 5:19 PM

    ada yg mo mudik pake vespa dari jawa ke jakarta ga ya????

  6. Muhammad Hilal
    30/10/2010 pukul 12:22 AM

    halo semua pencinta vesva apa kabar???

  7. 25/04/2011 pukul 7:10 AM

    ada yang nyari vespa sprint78?? aq pnya pokokX uda siap pake touring. klo minat hub 085646467782.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: